Sementara itu, Psikolog Klinis Intan Mustika, S.Psi., M.Psi., membedah topik “Menjaga Diri, Menjaga Siswa”. Ia menjelaskan konsep emotional contagion, di mana kondisi emosional guru dapat ‘menular’ secara tidak sadar kepada para siswa. Sebagai solusi, Intan memperkenalkan Formula Praktis “JAGA”—Jeda sebelum beraksi, Amati diri dan siswa.
Gunakan komunikasi aman, serta ajak bantuan ketika diperlukan—sebagai langkah preventif agar guru
mampu mengelola emosi secara sehat.

Melengkapi perspektif medis, dr. Dian Octorina dari Puskesmas Padasuka Cimahi, memperkenalkan Program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Mengacu pada data bahwa gangguan jiwa merupakan penyebab disabilitas kedua tertinggi di Indonesia, dr. Dian menekankan pentingnya prinsip 3M: Memperhatikan (Look), Mendengarkan (Listen), dan Menghubungkan (Link) sebagai bentuk bantuan dasar sebelum konseling profesional diperlukan.
Beliau menegaskan bahwa P3LP berbeda dengan trauma healing karena sifatnya sebagai upaya penanganan cepat sesaat setelah kejadian krisis. Melalui kolaborasi ini, diharapkan institusi pendidikan di Kota Cimahi tidak hanya berfokus pada capaian akademik, namun juga mampu melahirkan manusia yang tangguh, berkarakter, dan
memiliki ketahanan mental yang baik demi masa depan generasi bangsa.*
(Red)



























