Menu

Mode Gelap
Mahasiswa INU Ciamis Desak Penelusuran Dugaan Intimidasi dan Kebocoran Informasi Aksi Demonstrasi STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat GAUL 2026 Hadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Film Ra.ha.yu Jadi Simbol Sinergi Lintas Sektor IRPRO 2026 Sukses Digelar di Bandung, Satukan Peneliti Muda dari 12 Negara dalam Ajang Inovasi Global Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang

Pemerintahan

Kegiatan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran Tahun 2025

Perbesar

SAMBAS MEDIA, CIMAHI – Dalam rangka meningkatkan kapasitas anggota relawan pemadam kebakaran serta untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan, penanggulangan, dan penyelamatan kebakaran, Pemerintah Kota Cimahi melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran menggelar kegiatan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) tahun 2025 pada Kamis (04/12/) bertempat di Aula Kecamatan Cimahi Selatan.

Sebanyak 60 relawan pemadam kebakaran, Bhabinkamtibmas dan Babinsa se kota cimahi hadir mengikuti kegiatan tersebut dengan antusiasme tinggi. Melalui kegiatan tersebut, peserta menerima pembinaan, materi teknis, serta penguatan kapasitas dalam pencegahan, penanggulangan, dan penyelamatan kebakaran untuk diterapkan di lingkungan/wilayahnya masing-masing. Dengan pelatihan ini diharapkan memperkuat peran masyarakat dalam membantu pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) khususnya di bidang layanan kebakaran.

Plt. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, Sugeng Budiono menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah bersedia menjadi bagian dari relawan pemadam kebakaran. Sugeng menegaskan bahwa keberadaan relawan pemadam kebakaran memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam penanganan dini kebakaran di lingkungan masyarakat. Sugeng menjelaskan bahwa tugas ini bukan hanya soal keberanian, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Menjadi Redkar berarti siap menjadi garis pertahanan pertama bagi lingkungan dan tetangga dari bahaya kebakaran dan bencana lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sugeng menekankan bahwa tugas pemadam kebakaran merupakan pekerjaan mulia dan berisiko tinggi. Ia mengatakan bahwa para petugas Damkar adalah pahlawan yang siap mempertaruhkan keselamatan diri demi melindungi orang lain. “Dengan adanya Redkar, beban tugas pemadam kebakaran dapat dipikul bersama, dan jangkauan pelayanan darurat akan menjadi jauh lebih cepat dan efektif,” jelasnya.

Sugeng juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai potensi kebakaran dan langkah pencegahannya. Menurut Sugeng, pencegahan merupakan langkah paling efektif dibandingkan penanganan saat bencana terjadi. “Peran Anda tidak hanya memadamkan api, tetapi juga membangun kesadaran akan potensi bahaya di tengah masyarakat. Tindakan pencegahan yang Anda sosialisasikan akan jauh lebih bernilai daripada upaya penanggulangan,” ucapnya.

Sugeng berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan dasar dalam penanganan kebakaran. Diharapkan pula kerja kolaboratif antara pemerintah, aparat wilayah, dan masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, siaga, dan tanggap darurat. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan dilanjutkan dengan sesi pelatihan teknis serta simulasi lapangan.*

(Red/Bidang IKPS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat

30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung Kembangkan Instrumen Evaluasi Pengetahuan CPPB-IRT

22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD CIBABAT menjadi RSUD Wijaya Mulya

21 Juli 2026 - 13:00 WIB

Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN

16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri

14 Juli 2026 - 10:00 WIB

Trending di Pemerintahan
Exit mobile version