Menu

Mode Gelap
Tour Library Funtastic, Dorong Budaya Literasi yang Lebih Interaktif FKSS Jabar Minta Kejelasan terkait Penambahan Kuota di Sekolah Negeri 80 Ribu Beasiswa bagi Siswa yang Tidak Tertampung di Sekolah Negeri Wisuda dan Pelepasan Siswa Kelas IX angkatan ke-46, Melangkah Bersama Meraih Mimpi Dari Hafalan Al-Qur’an Menuju Kepemimpinan Dunia, STP Khoiru Ummah Gelar Penghargaan Prestasi Tahfizh dan Akademi FKSS SMA Jawa Barat Dukung MoU Sekolah Swasta Tetapi Harus Ada Kepastian

Artikel

Kerajaan, NKRI dan Sistem Administrasi Publik Indonesia: Refleksi Perjalanan Ternate dan Tidore

Perbesar

Sultan Todore, Sultan Husain Alting Sjah (Tengah memakai kopiah)

Bagi Indonesia hari ini, keberadaan Ternate dan Tidore bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga pengingat bahwa akar kedaulatan bangsa sudah ada jauh sebelum proklamasi 1945.

Kerajaan dalam Bingkai NKRI

Lahirnya NKRI tidak serta-merta menghapus eksistensi kerajaan. Justru, konstitusi dan praktik kenegaraan kita mengakomodasi peran kerajaan sebagai bagian dari kebudayaan bangsa. Hingga kini, beberapa kerajaan di Indonesia tetap diakui dan dihormati, baik secara kultural maupun administratif.

Kesultanan Tidore, misalnya, masih memiliki peran penting dalam menjaga identitas lokal, adat, dan kearifan tradisional. Dalam pertemuan kami, Sultan Tidore menekankan bahwa kerajaan adalah mitra strategis dalam merawat sejarah, budaya, dan persatuan bangsa. Pandangan ini relevan bagi penguatan NKRI yang plural dan majemuk.

Administrasi publik Indonesia sering dilihat dari perspektif modern: birokrasi yang rasional-legal, warisan sistem kolonial, dan struktur formal negara modern. Namun, bila menelusuri lebih dalam, praktik administrasi publik kita juga dipengaruhi oleh sistem kerajaan tradisional.

Kesultanan Ternate dan Tidore telah mengenal pembagian kekuasaan, mekanisme musyawarah, hingga struktur sosial yang berbasis adat. Sultan, dewan adat (bobato), hingga komunitas soa membentuk tata kelola masyarakat yang efektif sesuai konteks zamannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Koreksi terhadap Kebijakan Pendidikan di Jabar Tentang Sekolah Maung

14 Juni 2026 - 15:00 WIB

Konsumsi 4 Asupan Ini agar Tetap Sehat Pasca Idul Adha

28 Mei 2026 - 23:01 WIB

Persib sebagai Identitas Historis Bandung

20 Mei 2026 - 10:00 WIB

PASASA PATREM 2026 (Ngaraksa Aksara, Nyuburkeun Rasa di Lembur Organik Cikancung)

11 Mei 2026 - 14:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version