Kolaborasi ini juga melibatkan STMIK STAN IM yang diketuai oleh Novi Rukhviyanti, yang menyoroti pentingnya integrasi antara bidang ekonomi, teknologi, dan inovasi dalam riset terkini.
“Kami ingin menghadirkan forum yang memadukan keunggulan teknologi digital dengan kebutuhan riset ekonomi dan bisnis modern. Ini adalah konferensi yang relevan dengan perkembangan era Society 5.0,” tambah Novi.
Rencananya, International Conference tersebut akan digelar pada awal tahun 2026 di Kota Bandung, dengan melibatkan peneliti dari dalam dan luar negeri.
Inisiatif ini menjadi tonggak baru dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia, khususnya bagi kampus swasta, yang selama ini jarang mendapatkan perhatian dalam penyelenggaraan konferensi berskala internasional.
Dengan kolaborasi ini, Politeknik Praktisi Bandung dan STIE–STMIK STAN IM membuktikan bahwa kerja sama lintas kampus bukan hanya simbol, tetapi langkah nyata menuju ekosistem riset dan publikasi yang berdaya saing global.*
(Red)

























