Dalam bimbingan praktisnya, Anni Supriatin, S.Pd.,M.Pd., diharapkan para guru di SMK harus memahami model pembelajaran Project-Based Learning (PjBL) dan Teaching Factory (TEFA) untuk menjembatani kesenjangan antara keterampilan akademis dan kebutuhan dunia kerja. Kedua model ini memastikan lulusan memiliki keterampilan teknis (hard skill) sesuai standar industri serta karakter kerja (soft skill) yang kuat.
Dengan kegiatan workshop dan pelatihan praktis bisa menghasilkan perubahan strategis dalam sistem pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan untuk membentuk pendidik yang inovatif, adaptif, dan berjiwa wirausaha.
Dan PjBL dalam praktik TeFa merupakan model pembelajaran yang paling sesuai karena akan meningkatkan kompetensi peserta didik secara holistik baik dari sikap, pengetahuan, maupun keterampilan melalui pendekatan kontekstual yang dekat dengan pekerjaan nyata di lapangan. PjBL merupakan proses pendidikan keahlian atau keterampilan yang dirancang dan dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar kerja sesungguhnya (real job) untuk menghasilkan barang atau jasa yang memenuhi standar sesuai kebutuhan industri.*
(Red)
