Menurutnya, kota yang maju tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakatnya. “Kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki infrastruktur baik, tetapi juga kota yang warganya sehat, aktif, produktif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Wali Kota menegaskan, Pemerintah Kota Cimahi berkomitmen menjadikan CFD sebagai agenda rutin yang terus dievaluasi dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat. “Kami ingin Car Free Day menjadi ruang publik yang hidup, menjadi wadah olahraga, edukasi, kreativitas, serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM,” katanya.
Ngatiyana juga menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat yang hadir sejak pagi hari. Ia menilai CFD menjadi ruang hiburan sehat sekaligus momentum memperkuat kebersamaan warga Kota Cimahi. “Alhamdulillah antusias masyarakat luar biasa. Kegiatan ini menjadi bagian dalam menyambut HUT ke-25 Kota Cimahi. Kami berharap Car Free Day ini bisa terus berjalan dan Cimahi ke depan menjadi lebih baik, lebih maju, dan semakin sehat masyarakatnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Cimahi Dani Bastiani, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Car Free Day merupakan langkah strategis untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat sekaligus mendukung gerakan hidup sehat.
