“Kami ingin memberikan ruang bagi para seniman tari untuk mendapatkan pelatihan yang mumpuni.
Misi kami jelas: membantu seniman, mengembangkan bakat mereka, dan yang terpenting adalah melestarikan budaya Seni Tari Nusantara agar tetap relevan dan dicintai di negeri sendiri. Di program pelatihan ini kami telah mendapatkan lebih dari 1000 peserta dari semua usia se-Jabodetabek, Bandung dan Karawang,” ujarnya.
Selain pelatihan tari, acara ini juga akan menjadi momentum penting bagi pengenalan karya musik inovatif melalui Sosialisasi Musik “Genjring Party”. Karya ini diciptakan oleh musisi legendaris Prabudi Dharma bersama Krakatau Ethno.
Prabudi Dharma, yang juga menjabat sebagai Dewan Pakar Gentra Lestari Budaya, menjelaskan bahwa “Genjring Party” adalah sebuah simbol silang budaya Nusantara.
“Lagu ini terinspirasi dari tradisi Genjring asal Subang, Jawa Barat. Namun, dalam komposisinya, kami melakukan eksplorasi budaya dengan mencampurkan unsur Gamelan Bali, Jawa Barat, musik Ponorogo, hingga Banyuwangi.
Semuanya dibalut dalam ritme dan tata suara elektronik moderen kekinian serta melodi sederhana berlaras Salendro untuk menciptakan harmoni yang unik khas Indonesia namun tetap akrab di telinga masyarakat dunia,” jelasnya.
