Ia menegaskan, apabila dugaan intimidasi maupun ancaman terhadap mahasiswa benar terjadi, tindakan tersebut dinilai bertentangan dengan prinsip negara hukum dan demokrasi yang menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan kritik maupun aspirasi secara damai.
Robi menambahkan bahwa aksi demonstrasi yang akan dilakukan merupakan bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan publik dan tidak boleh direspons dengan cara-cara yang berpotensi menimbulkan rasa takut di kalangan mahasiswa.
“Kami tidak akan gentar menghadapi tekanan apa pun. Justru dugaan intimidasi dan upaya adu domba ini semakin menguatkan komitmen kami untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat secara damai, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Mahasiswa INU Ciamis juga meminta seluruh pihak menghormati proses demokrasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat kebebasan berpendapat. Mereka mendesak apabila terdapat oknum yang terbukti melakukan intimidasi, ancaman, maupun upaya mengadu domba, agar tindakan tersebut ditelusuri dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.*
(Red)
