“Penyelenggaraan konferensi internasional dengan target 100 persen publikasi merupakan kebutuhan akademik yang tidak dapat dihindari.
Melalui kerja sama ini, kami berkomitmen menghadirkan pendampingan yang sistematis agar karya ilmiah dosen dan peneliti dapat dipublikasikan secara optimal,” ujar Aang Rahmatulloh.
Sementara itu, Direktur Politeknik Praktisi Bandung, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa konferensi internasional harus dirancang dengan orientasi pada luaran akademik yang terukur dan berkelanjutan.
“Kami menerapkan pendekatan outcome-based conference, di mana setiap artikel peserta tidak hanya dipresentasikan, tetapi juga dikawal secara akademik hingga dapat dipublikasikan pada prosiding internasional maupun jurnal bereputasi.



















DFir





