Menu

Mode Gelap
Monitoring Pelaksanaan TKA Jenjang SD Upaya Memastikan Kesiapan Peserta Didik Liburan Sekolah Lebih Seru di Swiss-Belresort Dago Heritage, Pesan Melalui Aplikasi Mobile Swiss-belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan “Easter Playtime” Dengan Program Little Chef Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 Menggali Potensi Sains dalam Diri Generasi Muda Unjuk Karya Siswa SMK pada Pelaksanaan UKK Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang

Pendidikan

Seminar Speak in Silence Organisasi Teach For Indonesia Student Community Binus University

badge-check

Seminar Speak in Silence Organisasi Teach For Indonesia Student Community Binus University Perbesar

SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teach For Indonesia Student Community Binus University adakan seminar Speak in Silence dengan mengusung tema Connecting Through Signs yang dilaksanakan di ruang 903 Binus University Bandung, Sabtu (20/12/2025).

Dalam sambutannya Project Manger seminar Speak in Silence Binus University Annette Talethia menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta yang berasal dari berbagai fakultas di Binus University. Kegiatan seminar ini diadakan guna lebih menyadarkan lagi bagi mahasiswa khususnya untuk belajar bahasa isyarat Indonesia, sehingga hal ini bisa menjadi bekal guna selalu berinteraksi dan berkomunikasi dengan Baraya Tuli sebagai satu saudara. Kedepannya Annette berharap animo masyarakat khususnya mahasiswa untuk mempelajari bahasa isyarat Indonesia lebih meningkat lagi sehingga menjadi bekal terciptanya komunikasi yang baik dengan Baraya Tuli.

Hadir dalam seminar Speak in Silence UKM Teach For Indonesia Student Community Binus University ini sebagai narasumber Asri Anggraeni Putri yang menyampaikan materi sesuai dengan tema “Connecting Through Signs.” Dalam pemaparannya ia menjelaskan bahwa penggunaan bahasa visual atau lainnya untuk menjembatani kesenjangan komunikasi, membangun komunitas, mengekspresikan budaya, dan menumbuhkan pemahaman yang mendalam, melampaui kata-kata lisan melalui gerak tubuh, ekspresi wajah, dan identitas budaya bersama.

Asri Anggraeni Putri menyampaikan materi lainnya terkait Dunia dan Budaya Tuli, ia menyampaikan bahwa budaya Tuli adalah keyakinan, nilai, tradisi, dan bahasa yang dinilai oleh komunitas orang Tuli, bukan hanya sekedar kondisi media. Kami menggunakan bahasa isyarat sebagai alat komunikasi utama dan melihat identitas melalui bahasa dan budaya, bukan sekedar tentang pendengaran. Istilah “Tuli” dengan T besar digunakan pada identitas budaya, berbeda dengan “tuli” dengan huruf kecil yang merujuk pada kondisi medis, ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indonesian Student Research Competition (ISRC) 2026 Menggali Potensi Sains dalam Diri Generasi Muda

19 April 2026 - 15:00 WIB

Unjuk Karya Siswa SMK pada Pelaksanaan UKK

18 April 2026 - 12:55 WIB

Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang

17 April 2026 - 10:00 WIB

Jaksa Sahabat Guru Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman, Anti Bullying serta Anti Kekerasan

16 April 2026 - 15:00 WIB

Interview PT SCHNEIDER Indonesia Jurusan Teknik Otomasi Industri SMKN 1 Japara

14 April 2026 - 13:59 WIB

Trending di Pendidikan