Hal ini merupakan bagian dari tanggung jawab akademik perguruan tinggi,” jelas Muhammad Yusuf.
Dengan rekam jejak akademik yang kuat dan capaian H-Index tertinggi versi AD Scientific Index, Muhammad Yusuf dinilai merepresentasikan kepemimpinan perguruan tinggi berbasis riset dan data. Pendekatan tersebut sejalan dengan tuntutan global pendidikan tinggi yang menekankan kualitas publikasi, kolaborasi internasional, dan dampak keilmuan.
Melalui kerja sama ini, STISIP Syamsul Ulum Sukabumi dan Politeknik Praktisi Bandung juga sepakat mengembangkan program lanjutan, antara lain penyelenggaraan konferensi internasional secara berkala, pendampingan penulisan artikel ilmiah, pelaksanaan joint research, serta kolaborasi publikasi internasional.
Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing institusi, memperluas jejaring akademik global, serta memperkuat kontribusi akademisi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.*
(Red)
