Wali Kota menambahkan, rebranding juga mempertimbangkan penamaan RSUD Cibabat yang merujuk pada Kelurahan Cibabat, sementara rumah sakit tersebut merupakan fasilitas kesehatan tingkat kota. Wacana ini kemudian dimusyawarahkan dengan Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira, Sekretaris Daerah Maria Fitriana, beserta para Asisten dan Dewan Pengawas RSUD Cibabat.
“Jadi perubahan itu melalui kajian, selama itu dilakukan dengan sebaik-baiknya dan melibatkan masyarakat juga. Kajian ini bukan sehari-dua hari, ini paling cepat satu tahun setengah kajian itu baru bisa terselesaikan dan itu pun melalui proses yang panjang,” imbuhnya.
Lanjutnya, pengkajian rebranding ini melibatkan penyedia profesional yang sebelumnya turut serta dalam kajian penggunaan tagline Cimahi Campernik. Tahapan kajian ini meliputi tahap In-Depth Interview antara pihak penyedia profesional dan Wali Kota serta Wakil Wali Kota, kemudian berlanjut ke tahap Focus Group Discussion pada 13 Mei 2026 yang turut melibatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama dari tiap kelurahan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan dari unsur akademisi melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani dan Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Ilmu Sejarah Unpad.
“Kemudian juga dilaksanakan interview kepada seluruh SKPD ya. Beberapa SKPD yang dilaksanakan di rumah sakit di Gedung D lantai 4. Kemudian tahap workshop manajemen RSUD juga tanggal 25, dilaksanakan rapat di Gedung D lantai 4 ataupun di RSUD Cibabat. Kemudian dilaksanakan In-Depth Interview Finalisasi yaitu terakhir, itu pada sudah 4 bulan pelaksanaannya,” jelasnya.


























