Selain itu, program GEMI 0418 (Garda Ekonomi Mandiri dan Inovatif) menjadi motor penggerak ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Melalui pengolahan sampah organik dan anorganik, warga menghasilkan produk bernilai jual seperti eco-enzyme, tepung maggot, minuman rempah, serta olahan lele berupa nugget dan dimsum. Program GEMI Berbagi juga menghadirkan kegiatan sosial pembagian sembako murah dan makanan bergizi bagi masyarakat serta kolaborasi dengan dunia usaha seperti PT Merck Tbk dalam program We Fight Climate Change.
Dampak positif program ini terbukti nyata: meningkatnya pendapatan warga, tumbuhnya UMKM baru, berkurangnya pengangguran, hingga kontribusi terhadap penurunan angka stunting. Aset komunitas meningkat pesat dari Rp 9,5 juta menjadi Rp 89,5 juta, menandakan keberhasilan model pemberdayaan ekonomi lokal yang mandiri dan berkelanjutan.
Capaian ini juga melengkapi keberhasilan Kota Cimahi dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk digitalisasi tata kelola pemerintahan melalui SPBE dengan indeks 4,15 pada 2024 yang menempatkan Kota Cimahi di posisi lima besar nasional.
Dengan prestasi ini, Kota Cimahi menegaskan posisinya sebagai kota pelopor dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan yang berbasis kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan.**
(Red/Bidang IKPS)
