Wakil Wali Kota juga menyoroti tantangan besar berupa maraknya hoaks yang kini tidak hanya berbentuk narasi, tetapi juga visual hasil teknologi kecerdasan buatan. Oleh karena itu, kemampuan KIM dalam menangkal hoaks menjadi kebutuhan mendesak ke depan.
“Banyak sekali sekarang hoaks bukan hanya sekadar berita narasi, tapi sekarang visual juga sudah bisa masuk ke dalam hoaks dengan adanya teknologi artificial intelligence,” katanya.
Selain penangkalan hoaks, Adhitia menilai masih banyak program dan layanan dasar Pemkot Cimahi yang belum diketahui masyarakat secara luas. KIM diharapkan mampu menyampaikan informasi layanan kesehatan, pendidikan, hingga kegawatdaruratan secara masif dan mudah dipahami.
“Contohnya layanan Call Center 112 dan PSC 119, ini bagaimana bisa tersampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa kita punya beberapa program pelayanan yang sebetulnya bisa mereka akses dengan mudah,” ujarnya.
Wakil Wali Kota juga membuka peluang sinergi KIM dengan kecamatan, kelurahan, dan organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna untuk menjangkau generasi muda, yang dinilai penting dalam pengelolaan media sosial yang bijak dan produktif. “Anak-anak muda di kota Cimahi juga bisa tersalurkan potensi dan minatnya, apalagi sekarang jamannya media sosial,” pungkasnya.



























