“Tujuan utama dari pelaksanaan program Sanimas DAK tahun 2025 adalah untuk menciptakan kesehatan masyarakat dengan mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, yang sering kali disebabkan oleh sanitasi yang tidak memadai. Dengan sistem pengolahan air limbah yang baik, dapat dicegah penyebaran penyakit sejak dari sumbernya,” jelasnya.
Ngatiyana menambahkan, program Sanimas berperan dalam menjaga kualitas lingkungan dengan mencegah pencemaran tanah, air permukaan, dan air tanah akibat pembuangan limbah domestik yang tidak terolah. Lingkungan yang bersih dan sehat menjadi prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Cimahi.
“Program Sanimas juga menjadi bagian penting dalam penunjang pembangunan permukiman yang sehat dan tertata, khususnya dalam rangka penataan kawasan permukiman kumuh. Melalui penyediaan infrastruktur sanitasi yang layak, kita mendorong terciptanya lingkungan hunian yang lebih manusiawi, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambah Ngatiyana.
Wali Kota memaparkan, dalam pelaksanaan Program Sanimas DAK 2025, Pemkot Cimahi berhasil membangun enam unit IPAL komunal dengan 401 sambungan rumah yang tersebar di 4 kelurahan yakni Kelurahan Baros, Kelurahan Melong, Kelurahan Cibeureum, dan Kelurahan Citeureup. Tidak hanya itu, telah direalisasikan pula 250 unit tangki septik individual yang tersebar di 10 kelurahan.
“Secara keseluruhan, melalui program ini terdapat penambahan 651 rumah tangga yang kini telah terlayani sistem sanitasi layak. Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari meningkatnya kualitas hidup ratusan keluarga di Kota Cimahi,” imbuhnya.
