Ngatiyana berharap Program Sanimas menjadi awal dari perubahan yang lebih besar menuju Kota Cimahi yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat infrastruktur sanitasi yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, serta menegaskan bahwa keberhasilan sanitasi juga ditentukan oleh perilaku hidup bersih dan sehat seluruh warga.
Kepada awak media, Wali Kota menyampaikan bahwa peresmian Sanimas DAK 2025 dipusatkan di RW 10 Kelurahan Melong karena wilayah tersebut memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Tujuan utama program ini adalah menghentikan praktik buang air besar sembarangan, khususnya ke sungai dan saluran terbuka yang dinilai berisiko mengganggu kesehatan masyarakat dan pertumbuhan anak-anak.
Dirinya mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam menggunakan sistem sanitasi, terutama pada IPAL komunal yang menggunakan proses biologis. Limbah lemak dan minyak, termasuk minyak jelantah, tidak boleh dibuang ke saluran sanitasi.
“Masyarakat tidak boleh membuang limbah minyak, termasuk minyak jelantah tidak boleh dibuang. itu bisa mempengaruhi bakteri-bakteri tenaga pengolahan kotoran sehingga menimbulkan bau,” pungkas Ngatiyana.


























