Ngatiyana juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan bangsa seperti korupsi, kemiskinan, pengangguran, narkoba, pornografi, hoaks, dan ujaran kebencian tidak boleh melemahkan semangat generasi muda, melainkan menjadi dorongan untuk terus berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Menurut Ngatiyana, gerakan kepemudaan di Indonesia harus mencerminkan gerakan moral, intelektual, dan semangat membangun harapan bersama. Hal tersebut sejalan dengan semangat transformasi sosial dalam Asta Cita dan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, yang menegaskan pentingnya aktualisasi nilai-nilai Sumpah Pemuda agar tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Ngatiyana menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga harus memperkuat mental dan karakter bangsa. “Pembangunan fisik tanpa membangun mental dan karakter masyarakat akan sia-sia,” ujar Ngatiyana.
Mengusung tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Ngatiyana menegaskan bahwa kejayaan Indonesia di masa depan hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi lintas elemen bangsa serta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, organisasi kepemudaan, inovasi generasi muda, dan jejaring nasional maupun global.
Dalam helaran peringatan sumpah pemuda ke 97 tahun 2025 pemerintah Kota Cimahi memberikan penghargaan Pemuda Pelopor Tingkat Kota Cimahi tahun 2025, yaitu 1) Rudi Herdianto, 2) Yandi Firmansyah. 3) Annisa Qonita Auliyalloh dan Wirausaha Muda Pemuda terbaik Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025, yaitu : 1) Rafliansyah Irfandi, 2) Dhimas Rangga Raditya Erlangga, 3) Nur Rizqi Ariyana, 4) Nova Sephia Valerina, 5) Dewi Shinta Wangi.*
(Red/Bidang IKPS)

























