Dalam skema penanaman ini, wilayah pantai mulai dibagi menjadi zona-zona tanggung jawab bagi para pengusaha. Salah satu pihak yang konsisten adalah Pelindo, yang memberdayakan bibit dari petani lokal untuk dibagikan secara gratis. Fikser juga memuji keterlibatan aktif kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan LSM yang tidak hanya menanam, tetapi juga merawat.
Camat Asemrowo, Mohammad Zulchaidir, yang memimpin koordinasi kegiatan ini menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan langkah strategis untuk menahan abrasi dan erosi di wilayah pesisir. Menurutnya, penghijauan ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga berkaitan erat dengan pemberdayaan ekonomi lokal.”Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian bersama. Melalui penghijauan dan pemberdayaan, kami mendorong pelaku UMKM di sekitar lokasi agar bisa naik kelas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Zulchaidir.
Kegiatan bertema “Hijaukan Pesisir, Lestarikan Kehidupan” tersebut bertujuan untuk mengurangi abrasi pantai, menjaga habitat biota laut, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan pesisir.
Selain menjadi upaya penghijauan, penanaman mangrove juga dinilai memiliki manfaat besar dalam menahan gelombang air laut, menyerap karbon, dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah pantai Surabaya.*
(Red)
