Menu

Mode Gelap
Sinergi Dua Rektor Muda, Kolaborasi Kampus Dorong Inovasi Pendidikan Tinggi Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Fasilitas Pendidikan Nasional Jaksa Agung ST Burhanuddin Lantik Dr. Sutikno, S.H., M.H., sebagai Kepala Kejati Jawa Barat SMK TI Pembangunan Cimahi Gelar Open House dan Persembahan BORAFEST Vol.2 melalui Eksplorasi Kearifan Lokal Aksi Tanam 3.000 Mangrove Baksos’e Suroboyo bersama TPS Pelindo 3 di Sontoh Laut de Braga by ARTOTEL Hadirkan Ruang Meeting Fleksibel Bernuansa Heritage di Kawasan Braga

Artikel

Perjuangan Ayatullah Rohullah Khomaeni: Sebuah Refleksi Islam

Perbesar

Akhmad Sobarna, Guru Besar Pendidikan Olahraga, STKIP Pasundan.

Oleh: Akhmad Sobarna
Guru Besar Pendidikan Olahraga, STKIP Pasundan

SAMBAS MEDIA – Ayatullah Rohullah Khomenei, Pemimpin Tertinggi Negara Iran, telah memimpin perjuangan melawan Israel dan Amerika dengan menggunakan teknologi canggih untuk melawan ketidakadilan. Perjuangan ini merupakan upaya untuk mempertahankan keadilan dan kebenaran, serta melawan penindasan. Dalam konteks ini, Ayatullah Khomenei telah menunjukkan keberanian dan keteguhan dalam menghadapi musuh-musuh Islam, sehingga menjadi inspirasi bagi umat Islam di seluruh dunia.

Keadilan dan Kebenaran dalam Islam

Dalam Islam, keadilan dan kebenaran adalah nilai-nilai yang sangat penting. Al-Quran berfirman:
“Wa qul ja’a l-haqqu wa zahaqa l-batilu inna l-batila kana zahuqa” (QS. Al-Isra’: 81)
Artinya: “Dan katakanlah: ‘Kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap, sesungguhnya kebatilan itu adalah yang lenyap’.”

Ayat ini menunjukkan bahwa kebenaran akan selalu menang atas kebatilan. Oleh karena itu, perjuangan Ayatullah Khomenei dapat dilihat sebagai perjuangan yang sesuai dengan ajaran Islam, dan kita harus percaya bahwa Allah akan selalu mendukung perjuangan kita.

Melawan Kemungkaran dan Kezaliman

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Man ra’a munkaran fa-layuyghayyirhu bi-yadihi, fa-in lam yastati’ fa-bi-lisani, fa-in lam yastati’ fa-bi-qalbi, wa-dhalika ad’afu l-imani” (Shahih Muslim, No. 49)
Artinya: “Barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Ti Jepara ka Mancanagara

21 April 2026 - 09:48 WIB

Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

16 April 2026 - 09:00 WIB

Senior, Mentor dan Guru

4 April 2026 - 13:00 WIB

TOGA Tanaman yang Memiliki Khasiat Kesehatan Bisa Ditanam secara Mandiri

3 April 2026 - 09:00 WIB

Trending di Artikel
Exit mobile version