Menu

Mode Gelap
Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop-Up Kitchen, Nikmati Signature 8-Course Omakase Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung Kembangkan Instrumen Evaluasi Pengetahuan CPPB-IRT Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD CIBABAT menjadi RSUD Wijaya Mulya Bandung Max Independent Rayakan Satu Dekade, Perkuat Solidaritas Bikers Lewat Max Mania 2026 Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN MPLS Pancawaluya SMK Wiraswasta Cimahi Tahun Ajaran 2026/2027

Pemerintahan

Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung Kembangkan Instrumen Evaluasi Pengetahuan CPPB-IRT

Perbesar

Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).

Dalam proses tersebut, penyuluhan keamanan pangan menjadi salah satu tahapan wajib untuk memastikan pelaku usaha memahami prinsip Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT). Namun, instrumen evaluasi yang selama ini digunakan dinilai masih berorientasi pada hafalan (recall) dan belum mampu mengukur pemahaman peserta dalam menerapkan prinsip CPPB-IRT di lapangan. Kondisi tersebut mendorong perlunya pengembangan instrumen evaluasi yang lebih representatif dan sesuai dengan pedoman terbaru.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim melakukan pengembangan sekaligus implementasi instrumen pengukuran pengetahuan baru yang disusun berdasarkan pedoman CPPB-IRT BPOM Tahun 2024. Proses pengembangan meliputi evaluasi instrumen lama, penyusunan kisi-kisi soal, validasi isi, uji validitas konstruk, uji reliabilitas, serta analisis karakteristik butir soal sebelum digunakan dalam kegiatan penyuluhan.

Pelatihan membahas berbagai aspek penting CPPB-IRT, di antaranya persyaratan keamanan pangan, higiene dan sanitasi, lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas industri rumah tangga pangan, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP), pengendalian proses produksi, pelabelan pangan, dokumentasi, hingga penarikan produk apabila diperlukan. Seluruh materi disampaikan melalui kombinasi metode ceramah, demonstrasi, simulasi, dan latihan sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik usaha sehari-hari.

Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain pretest–posttest dengan instrumen yang telah dikembangkan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti penyuluhan keamanan pangan. Selain itu, hasil analisis instrumen menunjukkan bahwa set soal memiliki validitas yang baik, sehingga layak digunakan sebagai alat evaluasi pengetahuan peserta pelatihan CPPB-IRT pada proses sertifikasi SPP-IRT di Kota Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD CIBABAT menjadi RSUD Wijaya Mulya

21 Juli 2026 - 13:00 WIB

Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN

16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri

14 Juli 2026 - 10:00 WIB

Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 Kota Cimahi

13 Juli 2026 - 14:00 WIB

Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan

9 Juli 2026 - 14:33 WIB

Trending di Pemerintahan
Exit mobile version