Ketua tim pengabdian, apt. MH. Roseno, M.Si., menyampaikan bahwa pengembangan instrumen ini diharapkan dapat membantu Dinas Kesehatan memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai tingkat pemahaman peserta pelatihan.
“Instrumen evaluasi yang baik bukan hanya mengukur kemampuan mengingat materi, tetapi juga mampu menilai pemahaman peserta terhadap penerapan prinsip keamanan pangan dalam praktik. Dengan demikian, hasil pelatihan dapat menjadi lebih bermakna dan berdampak terhadap peningkatan mutu pangan yang diproduksi oleh pelaku IRTP.”
Sementara itu, apt. Widyastiwi, M.Si. menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat memberikan pengalaman belajar yang berharga mengenai implementasi keilmuan farmasi di masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai keamanan pangan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses edukasi, evaluasi, dan pengumpulan data, sehingga memperoleh pengalaman nyata dalam mendukung program kesehatan masyarakat.”
