Apt Widyastiwi., M.Si dan Nur Insani dari Seksi Farmasi, Makanan, dan Minuman Dinas Kesehatan Kota Bandung menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dilakukan bersama Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung. Menurutnya, pengembangan instrumen evaluasi pengetahuan CPPB-IRT merupakan inovasi yang sangat bermanfaat dalam mendukung proses penyuluhan keamanan pangan. Instrumen yang telah melalui proses pengembangan dan pengujian ini diharapkan dapat menjadi alat evaluasi yang lebih valid, objektif, dan mampu mengukur pemahaman peserta secara lebih komprehensif. Kedepan, instrumen tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari proses evaluasi peserta pelatihan dalam rangka sertifikasi SPP-IRT di Kota Bandung.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, diharapkan instrumen evaluasi yang telah dikembangkan dapat digunakan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas penyuluhan keamanan pangan serta mendukung lahirnya lebih banyak produk pangan rumah tangga yang aman, bermutu, dan memenuhi persyaratan regulasi. Ke depan, hasil kegiatan ini juga diharapkan menjadi dasar pengembangan sistem evaluasi penyuluhan keamanan pangan yang lebih objektif, terstandar, dan berbasis bukti di Kota Bandung.*
(Red)


























