Menu

Mode Gelap
Surat Edaran KPK dalam Pencegahan Korupsi dan Pungli di SPMB 150 Siswa SMA Jabar Pulang Bawa Karakter Baru BGN Libatkan Sekolah dan Pemda Perkuat Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis Eat Grill.id Hadir di Bandung, Tawarkan Konsep AYCE dengan Pelayanan Setara dan Makan Sepuasnya YELLO Hotel Paskal Bandung Perkenalkan Paket Wedding, Ulang Tahun, dan Table Manner dengan Konsep Kekinian Sosialisasi SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Wilayah 4 Disdik Kabupaten Bandung

Entertainment

Rumah Teteh: Film Horor Berbeda yang Hadir dengan Nuansa Misteri dan Psikologi

Perbesar

“Kalo aku sendiri lebih ke dialeg aja sih, karena ini kan film dari Jawa Barat, kebetulan aku dari Sumatra jadi akan perlu penyesuaian dari bahasa.” Ucap Philip Chou sebagai Nando.

Begitu juga dengan Erdin Werdrayana sebagai Brii, “ Tantangan kita sih sama dengan temen-temen yang lain untuk belajar memahami bahasa Sunda karena kan disetiap kampus itu berbeda-beda bahasa, sedangkan kita disini mahasiswa dari berbagai daerah.

Pesan yang Tersirat dalam Film

Selain menampilkan cerita horor yang menegangkan, Rumah Teteh juga memiliki pesan yang lebih dalam tentang trauma, ketakutan, dan bagaimana manusia berusaha menghadapi masa lalu mereka. Kisah yang disajikan tidak hanya tentang teror supranatural, tetapi juga tentang bagaimana manusia berjuang melawan ketakutan dalam diri mereka sendiri.

Dengan pendekatan ini, film ini bukan hanya memberikan hiburan semata, tetapi juga menawarkan refleksi bagi penontonnya. Penonton diajak untuk memahami bahwa terkadang ketakutan terbesar tidak datang dari makhluk gaib, tetapi dari pikiran dan pengalaman traumatis yang pernah dialami.

Rumah Teteh adalah film horor yang berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia. Dengan pendekatan horor psikologis yang lebih subtil, cerita yang kuat, serta sinematografi yang mendukung atmosfer mencekam, film ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih dalam dan emosional.

Bagi pecinta horor yang menginginkan sesuatu yang lebih dari sekadar jump scare, Rumah Teteh bisa menjadi pilihan yang tepat. Film ini tidak hanya akan membuat bulu kuduk berdiri, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi siapa saja yang menontonnya.

“Film ini mengkisahkan tentang anak kost dan mahasiswa di kampung orang, jadi pesannya jika kita jadi anak rantau, harus pinter jaga mulut, sikap dan perilaku dan bagaimana suka duka di tanah rantau.” Tutup Wieshely Brown sebagai Aryo di film ini. (Red) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HALOS Records Rilis “TÔ Fora”, Kolaborasi Nyxx, Tokio, dan IQUA

24 Mei 2026 - 02:19 WIB

Wen & the Wknders Rekrut Gitaris Baru, Hadir dengan Konsep Full Elektrik

18 Mei 2026 - 12:51 WIB

Kisah Duka dan Legacy Demie di Balik MV Baru Wen & the Wknders

7 Mei 2026 - 19:23 WIB

Ashira Zamita Hadirkan Warna Baru di ‘waiting (come home)’

7 Mei 2026 - 01:16 WIB

Lindee Cremona Tampilkan Kematangan Vokal di Lagu “Yang Masih Bisa Berdoa”

11 Maret 2026 - 02:40 WIB

Trending di Entertainment
Exit mobile version