Belajar bahasa isyarat itu penting, bukan hanya untuk berkomunikasi dengan teman-teman tuli, tetapi juga untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan ramah bagi semua. Bahasa isyarat melatih otak kiri dan kanan, sehingga bermanfaat bagi siapa pun, baik Tuli maupun Dengar. Ini bukan sekedar alat komunikasi tapi juga jembatan empati, pemahaman dan kesetaraan dalam segala hal, ujar Asri Anggraeni Putri.
Seminar Speak in Silence UKM Teach For Indonesia Student Community Binus University diisi pula dengan acara pelatihan interaktif menggunakan bahasa isyarat sebagai bentuk pembelajaran inklusif, game lanjut kata, penyampaian pesan dan kesan peserta seminar, serta pemberian cinderamata oleh Project Manger seminar Speak in Silence kepada narasumber.*
(Red)


























