SAMBAS MEDIA – Gelanggang Olahraga PGRI Cabang Majalaya menjadi saksi berlangsungnya Seminar Transformasi Pendidikan Seni Abad 21 dengan tema “Bersama Guru Kreatif, Terlahir Generasi Unggul yang Inspiratif.” Seminar ini dihadiri oleh guru PAUD hingga SMA/SMK se-Jawa Barat, serta narasumber ahli di bidang pendidikan seni, yang membahas pentingnya transformasi pendidikan di era modern. Majalaya, 18 Januari 2025 .
Kompetensi Guru di Era Digital
Shantiena Biduri Fitrianie, S.T., Sn, salah satu pemateri utama, menekankan pentingnya penguasaan empat kompetensi utama bagi para guru: kepribadian, sosial, pedagogik, dan profesional. “Pemanfaatan multimedia berbasis audio-visual harus menjadi bagian dari inovasi pembelajaran seni, agar dapat menarik minat siswa sekaligus relevan dengan tantangan era digital,” ujarnya.
Kolaborasi Mahasiswa Pascasarjana
Seminar ini diinisiasi oleh empat mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Seni tahun akademik 2024/2025, bekerja sama dengan dosen pembimbing mereka, Dr. Otin Martini, M.Pd. Mereka tidak hanya berperan sebagai penggerak acara tetapi juga sebagai fasilitator dalam sesi pelatihan yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan seminar.
Materi dan Pelatihan Seni
Selain diskusi dan paparan teori, seminar ini dirangkaikan dengan pelatihan praktis yang berfokus pada empat bidang seni:
1. Musik Ritmik
2. Seni Tari
3. Olah Vokal
4. Pupuh Sunda
Pelatihan ini dirancang untuk membantu guru mengintegrasikan seni dalam pembelajaran secara kreatif dan relevan dengan kurikulum seni budaya Indonesia.
