SAMBAS MEDIA, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB).
Program ini menjadi program rutin mengingat Kota Cimahi berada di daerah rawan bencana. Program SMAB 2026 difokuskan di SMP Negeri 4 Kota Cimahi. Sebanyak 1.580 peserta yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi peserta dan dibekali materi kebencanaan.
Ngatiyana menegaskan pentingnya membangun budaya sadar bencana sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang pembentukan karakter sekaligus pusat edukasi mitigasi bencana bagi generasi muda.

“Melalui kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana ini, kami berharap seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat kewaspadaan dan mitigasi bencana di lingkungan sekitarnya,” ujar Ngatiyana pada penutupan SMAB 2026, Jumat (22/5/2026).
Ngatiyana juga mengatakan, Kota Cimahi termasuk wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi, terutama ancaman gempa bumi yang berkaitan dengan keberadaan Sesar Lembang. Selain itu, kondisi cuaca ekstrem juga kerap memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.

























