Berdasarkan data Pemerintah Kota Cimahi, sejak Januari hingga April 2026 tercatat sebanyak 48 kejadian bencana terjadi di wilayah Cimahi.
Peristiwa tersebut meliputi banjir, cuaca ekstrem, hingga tanah longsor yang menyebabkan kerusakan rumah, bangunan, serta infrastruktur.
Menurut Ngatiyana, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan mendorong peningkatan kewaspadaan dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat.

“Kesiapsiagaan itu penting. Ketika masyarakat memahami langkah mitigasi dan evakuasi mandiri, maka risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir,” katanya.
Program SMAB sendiri difokuskan pada penguatan tiga pilar utama satuan pendidikan aman bencana, yakni fasilitas sekolah aman, manajemen penanggulangan bencana di sekolah, serta pendidikan pengurangan risiko bencana.*
(Red/cimahikota)

























