Menu

Mode Gelap
Pisah Sambut Kajati Jabar 2026, Wujudkan Keberlanjutan Kinerja dan Integritas Institusi Penyerahan SK Pengangkatan PNS dan Pengambilan Sumpah/Janji PNS Surat Edaran KPK dalam Pencegahan Korupsi dan Pungli di SPMB 150 Siswa SMA Jabar Pulang Bawa Karakter Baru BGN Libatkan Sekolah dan Pemda Perkuat Validasi Data Penerima Makan Bergizi Gratis Eat Grill.id Hadir di Bandung, Tawarkan Konsep AYCE dengan Pelayanan Setara dan Makan Sepuasnya

Tokoh

SMA dan SMK Swasta Berharap Diskresi Dari Pemerintah Kota Bandung Terkait Bantuan RMP 2024

badge-check

SMA dan SMK Swasta Berharap Diskresi Dari Pemerintah Kota Bandung Terkait Bantuan RMP 2024 Perbesar

Penyaluran Bankeu RMP dari Kota ke Pemprov Tahun 2024 ditolak oleh oleh Pemprov dengan alasan ada bantuan serupa sama-sama prodak politik yaitu KETM yang nominalnya tidak signifikan 7 M untuk SMA dan SMK Swasta di Jawa Barat dan Program KETM pun gagal salur di Tahun 2024 ini.

Anggaran ini tak bisa berhenti begitu saja. Masih ada peserta didik dari kelompok RMP yang saat ini masih menyelesaikan studi.

Seharusnya hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi dan seharusnya persoalan sudah tercium saat pembahasan penyusunan anggaran. “Kalau sudah jadi, tinggal mencairkan saja,” tegas Ade Hendriana.

Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar seharusnya lebih cermat saat menyusun anggaran, sebab kekeliruan macam ini tidak bisa diselesaikan dengan cepat. “Anggaran 2024 sudah ditetapkan juga,” ujar Ade Hendriana.

Saya mempertanyakan keseriusan Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar untuk mengurus dan menyelamatkan nasib siswa RMP dan KETM. Kendala lainnya penyaluran bantuan ini, dipengaruhi oleh adanya ego sektoral pemerintah daerah, antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menyebabkan terkendalanya proses komunikasi dan koordinasi terkait pembahasan anggaran tersebut.

Konsekuensi dari gagal salur akan menyebabkan beban biaya pendidikan bagi orang tua siswa bahkan bisa putus sekolah… karena selama ini terbantu oleh bankeu RMP bahkan penerima RMP dibeberapa sekolah ada yang digratiskan, pungkas Ade Hendriana. (Red)***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Launching Media Sosial, Umar Komarudin Ajak Anak Muda Peduli Isu Sosial dan Kemanusiaan

29 Mei 2026 - 18:00 WIB

FKSS Jabar: Sekolah Maung Berpotensi Menciptakan Diskriminatif dalam Dunia Pendidikan

27 April 2026 - 11:00 WIB

Solusi Made Hiroki pada Masalah Sampah di Bali melalui Mesin Pemusnah Sampah tanpa Asap

14 April 2026 - 11:55 WIB

LPG IKA UPI Keberatan Pengontenan Teguran Kepala Sekolah oleh Gubernur Jabar di Media Sosial

6 April 2026 - 11:00 WIB

Lurah Cimincrang Rakha Dhifan Raih Juara 2 Future Leader di Anugerah ASN Berprestasi 2025

25 November 2025 - 17:15 WIB

Trending di Tokoh