Dalam konteks tersebut, Presiden juga menyoroti kondisi sejumlah daerah yang tengah menghadapi bencana alam, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ketiga wilayah tersebut memiliki peran historis penting dalam perjalanan Republik, sehingga membutuhkan solidaritas dan kepedulian bersama dari seluruh rakyat Indonesia.
Menanggapi amanat tersebut, Wali Kota Cimahi menegaskan bahwa nilai-nilai bela negara sangat relevan dengan karakter Kota Cimahi yang dikenal sebagai kota dengan nuansa kemiliteran serta keberagaman sosial yang tinggi. Ia menyebut Cimahi sebagai miniatur Indonesia, dihuni oleh lebih dari 23 etnis yang hidup berdampingan secara rukun dan harmonis.
“Disiplin, persatuan, dan toleransi adalah kekuatan Cimahi. Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat bela negara dan harus terus dijaga, terutama di tengah tantangan era digital dan arus informasi yang begitu cepat,” ujar Ngatiyana.
Menurut Ngatiyana, di era digital ini peperangan yang terjadi bukan lah perang konvensional, namun dalam bentuk perang cyber. Maraknya konflik di media sosial dapat memengaruhi persatuan bangsa, maka semua pihak diharapkan dapat bersikap bijak dalam menyikapinya, agar keutuhan Indonesia tetap terjaga.
