Menu

Mode Gelap
TANPA AKAR TANGKALNA RUBUH, MASDA: Ngajaga Seuneu Budaya Sunda di Tengah Modernisasi Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81 Tingkat Kota Cimahi Semarak HUT ke-81 RI, Warga RW 14 Babakan Sari Bandung Gelar Jalan Sehat Semarak HUT ke-81 RI di Bomberay, Tim Ekspedisi Patriot Bersama Masyarakat Meriahkan Hari Kemerdekaan Saburo08 Wargakota: “Belanegara Hari Ini Adalah Mengawasi dan Melawan Korupsi” Sambut HUT ke-81 RI, Warga RW 14 Babakan Sari Gelar Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

Pemerintahan

Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun RI ke-81 Tingkat Kota Cimahi

badge-check

Gelaran upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cimahi di Lapangan Rajawali, Senin (17/8/2026). Perbesar

Gelaran upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kota Cimahi di Lapangan Rajawali, Senin (17/8/2026).

Isu lingkungan turut menjadi sorotan. Pemerintah Kota Cimahi mendorong gerakan zero to landfill melalui optimalisasi TPST Santiong yang diproyeksikan mampu mengolah hingga 85 ton sampah per hari, diperkuat gerakan Sapu Jagat untuk pengelolaan sampah dari sumbernya. Ngatiyana juga menyinggung capaian predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-13 sebagai bentuk amanah pengelolaan keuangan daerah, bukan sekadar penghargaan seremonial.

Ngatiyana menyampaikan bahwa berbagai capaian pembangunan yang telah diraih tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi seluruh unsur masyarakat. Pemerintah daerah, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap program pembangunan dilaksanakan secara efektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kota ini tidak bisa dibangun sendiri. Ada hal yang harus kita kerjakan sendiri, ada hal yang harus kita kerjakan Bersama, dan ada hal yang harus kita perjuangkan bersama-sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Inilah gotong royong dalam wajah pembangunan modern,” ujar Ngatiyana.

Ngatiyana juga menyoroti situasi fiskal daerah yang masih terbatas. Menurutnya, keterbatasan anggaran mengajarkan satu pelajaran penting yakni bahwa efisiensi tidak boleh diartikan sebagai pengurangan keberpihakan kepada masyarakat. Efisiensi, tegasnya, bukan berarti mengerjakan lebih sedikit, melainkan memilih program secara lebih cerdas, menentukan mana yang harus didahulukan, mana yang memberi dampak terbesar, dan mana yang benar-benar dibutuhkan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dongkrak Perekonomian dan Pariwisata Kota Bandung, Layanan Bandros Pada HUT RI Hanya Sebesar 81 Rupiah

13 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Sepekan Mengejar Imunisasi Periode Hari Kemerdekaan Republik Indonesia

12 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Monitoring dan Penyerahan Bantuan Beras Sejahtera Daerah Termin II Tahun 2026

11 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Penanaman Pohon Pengganti dalam Rangka Penataan Gerbang Depan RSUD Cibabat

11 Agustus 2026 - 13:30 WIB

Riset KPID Jabar Temukan Perubahan Ekosistem Media Digital Pengaruhi Ketahanan Nasional

10 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Trending di Pemerintahan