Berkaitan dengan itu, pada tahun 2026 Kanwil Kemenag Jabar akan mengadakan kompetisi bagi siswa madrasah, Dudu sudah mensosialisasikan rencana tersebut ke daerah-daerah. “Saya minta siswa madrasah aliyah untuk menyiapkan 25 orang yang paham dan bisa mengaji kitab kuning,” tuturnya.
Dudu berharap Komisi VIII DPR memberikan beasiswa kepada 25 orang setiap kota /kabupaten ini. Mereka akan disebar ke berbagai perguruan tinggi perguruan tinggi di Jabar dan tempat lain di Indonesia. Bahkan mungkin saja mereka juga akan dikirim ke perguruan tinggi bertaraf internasional.
“Ini untuk apa? Ya untuk membantu mewujudkan anak-anak kita ini menjadi khairul ummah. Kalau saja anak-anak kita di perguruan tinggi itu paham kitab kuning, maka akan berdampak kehidupan sosialnya,” katanya.
Menurutnya, menjadi tugas bersama untuk menjadikan madrasah bangkit di masa depan. Madrasah menjadi hebat dan menjadi mesin orang-orang hebat, mengeluarkan orang-orang yang khairul ummah.
























