SAMBAS MEDIA, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan pembenahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat proses validasi data penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh kelompok sasaran, mulai dari peserta didik hingga ibu hamil dan balita, dapat menerima manfaat program secara tepat sasaran dan merata.
Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengatakan bahwa akurasi data menjadi faktor penting dalam keberhasilan program nasional tersebut. Oleh karena itu, BGN menggandeng berbagai pihak, termasuk sekolah, pemerintah desa, pemerintah daerah, serta koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di tingkat kecamatan untuk melakukan verifikasi langsung di lapangan.
Menurut Sony, proses validasi dilakukan dengan mencocokkan data penerima manfaat yang meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, serta santri di pondok pesantren. Pendataan dilakukan secara berjenjang agar data yang digunakan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di masyarakat.
“Validasi data penerima manfaat menjadi prioritas agar pelaksanaan Program MBG semakin efektif dan tepat sasaran. Kami ingin memastikan tidak ada kelompok yang seharusnya menerima manfaat tetapi justru terlewat dari pendataan,” ujarnya, Senin.
Sebagai upaya meningkatkan transparansi, BGN juga membuka akses hasil validasi data melalui sistem dasbor yang dapat dipantau oleh berbagai pemangku kepentingan. Kepala sekolah, pengelola posyandu, lurah, kepala desa, camat, hingga pemerintah daerah didorong untuk turut melakukan pengecekan data penerima manfaat di wilayah masing-masing.



























