“Dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat, itulah semangat yang ingin kita hidupkan melalui festival ini,” ujarnya.
Ia berharap Cireundeu Festival tidak hanya diselenggarakan sekali dalam setahun, tetapi menjadi agenda rutin agar generasi muda semakin dekat dengan budaya bangsa dan menumbuhkan rasa cinta terhadap tradisi lokal. Ngatiyana juga berharap masyarakat adat Cireundeu dan warga Kota Cimahi dapat terus mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tradisi yang diwariskan turun-temurun tidak hilang atau tergantikan oleh budaya baru.

Lebih lanjut, Wali Kota menegaskan komitmennya untuk mendorong Kampung Adat Cireundeu agar semakin dikenal dengan meningkatkan kualitas fasilitas dan infrastruktur pendukung wisata budaya. Ia menambahkan, pemerintah juga akan memperkuat pelestarian budaya Sunda melalui kolaborasi dengan dunia pendidikan, termasuk mendorong penggunaan aksara Sunda di berbagai kegiatan pembelajaran dan ruang publik.
Senada dengan Wali Kota, Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dani Bastiani menyebutkan pentingnya mengenalkan budaya bangsa pada generasi muda. “Generasi muda berperan penting sebagai jembatan yang memastikan tradisi tetap relevan dengan cara aktif mempelajari, mempraktikkan, mengintegrasikannya dengan teknologi modern untuk adaptasi di masa kini,” tuturnya.

























