“Kalau ada persoalan bangunan, jangan hanya menjadi perdebatan. Datang, lihat, dokumentasikan dan cari tahu mana yang harus segera ditangani. Ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan jamaah,” ujar Umar.
Menurutnya, seluruh titik kerusakan perlu dipetakan secara objektif untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan mana yang harus mendapatkan penanganan segera.
Ormas Dorong Penyelesaian Bersama
Perhatian terhadap keberadaan Masjid Agung Bandung juga disampaikan Abah Mansur dari LSM GMBI. Ia menegaskan kehadiran berbagai organisasi masyarakat dalam forum tersebut bukan untuk membawa kepentingan kelompok masing-masing.
“Kami hadir bukan karena kepentingan pribadi. Kami ingin menitipkan tinta emas untuk Kota Bandung,” ujar Abah Mansur.
Ia mendorong agar kepedulian terhadap Masjid Agung Bandung diwujudkan melalui langkah konkret, bukan berhenti pada pernyataan.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan Pemuda Pancasila. Menurutnya, persoalan Masjid Agung Bandung tidak semestinya hanya dilihat dari sisi kepemilikan atau kewenangan administratif.
“Yang menerima manfaat adalah seluruh warga Bandung, bahkan bukan hanya Kota Bandung,” ujarnya.


























