Menu

Mode Gelap
IHT Pancawaluya SMA Pasundan 2 Cimahi Tingkatkan Kualitas Pendidikan melalui Internalisasi Pilar Utama Sulthan Hasbi, Siswa SD dari Baleendah Tembus 14 Besar Liga Jabar Istimewa Festival Busana Daerah dan Busana Profesi Siswa PG-TK Al Fithroh Memperingati Hari Kartini Rakor Disdukcapil Se-Jawa Barat Forum Strategis Memperkuat Sinergi antar Daerah  Rencana AKSI Baksos’e Suroboyo Berkolaborasi dengan TPS Pelindo 3 dan Kelompok Masyarakat Peduli Lingkungan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Kejati Jabar dengan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah V Jabar

Pemerintahan

Festival Social Studies Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025

badge-check

Festival Social Studies Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025 Perbesar

Pada kesempatan tersebut, Adhitia menekankan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya persoalan kependudukan, melainkan juga darurat literasi. Adhitia menilai bahwa banyak anak memahami lingkungannya, namun lemah dalam literasi mendalam yang berkaitan dengan sejarah, identitas, dan konteks sosial. Karena itu, peran guru menjadi sangat penting untuk menanamkan nilai, membangun pemahaman, dan memberikan fondasi pendidikan yang kuat bagi peserta didik.

Lebih lanjut, Adhitia mengapresiasi adanya lomba penelusuran sejarah dan destinasi budaya di Cimahi yang menghadirkan eksplorasi terhadap 49 situs sejarah. Adhitia menilai kegiatan tersebut sangat relevan untuk membentuk jati diri anak-anak Cimahi agar tidak mengalami darurat identitas, di mana sebagian generasi muda justru merasa lebih dekat dengan kota lain dibandingkan kotanya sendiri. Adhitia juga berpesan agar generasi muda bangga menjadi warga Cimahi. “Kalian harus bangga jadi anak Cimahi. Tempat kalian besar, tumbuh, berkembang. Dan titip, bawa nama baik Kota Cimahi ke depan,” tuturnya.

Selain aspek literasi, Wakil Wali Kota Cimahi juga menyoroti isu kesehatan mental yang kini menjadi tantangan besar bagi generasi muda. Adhitia menyampaikan bahwa data menunjukkan banyak kasus gangguan mental di Kota Cimahi, dan kondisi sosial ekonomi modern turut memberikan tekanan berat kepada anak-anak. Menurutnya, pendekatan pendidikan saat ini harus lebih empatik serta mendengarkan perasaan anak agar tercipta generasi yang bahagia, bukan generasi yang mudah marah atau tersinggung. “Saya titip mengenai mental health anak-anak kita. “Saya ingin anak-anak di Cimahi itu betul-betul menjadi generasi yang happy, bukan generasi yang mudah marah”, jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rakor Disdukcapil Se-Jawa Barat Forum Strategis Memperkuat Sinergi antar Daerah 

23 April 2026 - 09:00 WIB

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Kejati Jabar dengan BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah V Jabar

21 April 2026 - 16:26 WIB

Kejati Jabar Perkuat Literasi Hukum melalui JMS di SMKS Sangkuriang 1 Cimahi

21 April 2026 - 16:00 WIB

Peringatan Hari Kartini Momentum Strategis Peran Perempuan 

21 April 2026 - 14:00 WIB

Monitoring Pelaksanaan TKA Jenjang SD Upaya Memastikan Kesiapan Peserta Didik

20 April 2026 - 16:51 WIB

Trending di Pemerintahan