Menu

Mode Gelap
Mahasiswa INU Ciamis Desak Penelusuran Dugaan Intimidasi dan Kebocoran Informasi Aksi Demonstrasi STIKOM Bandung Dorong Mahasiswa Adaptif di Era Disrupsi Digital Lewat STIKOM Expo 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat GAUL 2026 Hadirkan Kolaborasi Ekonomi Kreatif, Film Ra.ha.yu Jadi Simbol Sinergi Lintas Sektor IRPRO 2026 Sukses Digelar di Bandung, Satukan Peneliti Muda dari 12 Negara dalam Ajang Inovasi Global Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang

Pemerintahan

Festival Social Studies Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025

badge-check

Festival Social Studies Sekolah Siaga Kependudukan Tingkat Kota Cimahi Tahun 2025 Perbesar

Pada kesempatan tersebut, Adhitia menekankan bahwa tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan hanya persoalan kependudukan, melainkan juga darurat literasi. Adhitia menilai bahwa banyak anak memahami lingkungannya, namun lemah dalam literasi mendalam yang berkaitan dengan sejarah, identitas, dan konteks sosial. Karena itu, peran guru menjadi sangat penting untuk menanamkan nilai, membangun pemahaman, dan memberikan fondasi pendidikan yang kuat bagi peserta didik.

Lebih lanjut, Adhitia mengapresiasi adanya lomba penelusuran sejarah dan destinasi budaya di Cimahi yang menghadirkan eksplorasi terhadap 49 situs sejarah. Adhitia menilai kegiatan tersebut sangat relevan untuk membentuk jati diri anak-anak Cimahi agar tidak mengalami darurat identitas, di mana sebagian generasi muda justru merasa lebih dekat dengan kota lain dibandingkan kotanya sendiri. Adhitia juga berpesan agar generasi muda bangga menjadi warga Cimahi. “Kalian harus bangga jadi anak Cimahi. Tempat kalian besar, tumbuh, berkembang. Dan titip, bawa nama baik Kota Cimahi ke depan,” tuturnya.

Selain aspek literasi, Wakil Wali Kota Cimahi juga menyoroti isu kesehatan mental yang kini menjadi tantangan besar bagi generasi muda. Adhitia menyampaikan bahwa data menunjukkan banyak kasus gangguan mental di Kota Cimahi, dan kondisi sosial ekonomi modern turut memberikan tekanan berat kepada anak-anak. Menurutnya, pendekatan pendidikan saat ini harus lebih empatik serta mendengarkan perasaan anak agar tercipta generasi yang bahagia, bukan generasi yang mudah marah atau tersinggung. “Saya titip mengenai mental health anak-anak kita. “Saya ingin anak-anak di Cimahi itu betul-betul menjadi generasi yang happy, bukan generasi yang mudah marah”, jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi Gelar Konferensi Pers Terkait Rebranding RSUD Cibabat

30 Juli 2026 - 14:00 WIB

Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung Kembangkan Instrumen Evaluasi Pengetahuan CPPB-IRT

22 Juli 2026 - 14:00 WIB

Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD CIBABAT menjadi RSUD Wijaya Mulya

21 Juli 2026 - 13:00 WIB

Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN

16 Juli 2026 - 14:00 WIB

Pelepasan Mahasiswa Peserta Program PROBIDIK Gema Jawa Barat dan Penanggulangan MoU SMK bersama Dunia Industri

14 Juli 2026 - 10:00 WIB

Trending di Pemerintahan