Menu

Mode Gelap
Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang Kolaborasi CSA Indonesia, Q-SYS, dan Shure Hadirkan Pusat Teknologi Terintegrasi Jaksa Sahabat Guru Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman, Anti Bullying serta Anti Kekerasan Gentra Lestari Budaya hadir di Paguyuban BANDUNGARIUNG Membawa UMKM Lokal ke Global Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji Road to YKABF 2026 Digelar, Picu Antusiasme Menuju Perhelatan Utama

Komunitas

FKKSMKS Kota Cimahi Dukung Program Gubernur Jabar Terkait Pembinaan Siswa Nakal di Barak Militer

badge-check

Ketua FKKSMKS Kota Cimahi Subaryo, S.Pd., M.Pd. Perbesar

Ketua FKKSMKS Kota Cimahi Subaryo, S.Pd., M.Pd.

Sebenarnya program pembinaan ini memiliki nilai positif, maka harus dikembangkan bahkan ditingkatkan, yang tidak hanya bagi siswa nakal atau bermasalah yang menjadi peserta tetapi justeru dijadikan program bagi kelas X, sebelum masuk pada tahap kegiatan belajar mengajar maka selama tiga bulan dilakukan pembinaan terlebih dahulu di barak militer dengan materi yang tidak hanya masalah kedisiplinan, baris berbaris tetapi ditanamkan pula nilai ibadahnya yang pada akhirnya terbentuk siswa yang sehat lahir batinnya, ungkap Subaryo.

Satuan pendidikan bukan tidak bisa menerapkan kedisiplinan secara militer, tetapi apabila diterapkan di sekolah akan menimbulkan permasalahan atau protes keras dari pihak yang tidak memahami mengenai dunia pendidikan, dan mungkin saja gurunya di kriminalisasi. Jadi Barak Militer lah yang dianggap paling tepat.

Pembinaan siswa kelas X yang dilakukan di barak militer harus melibatkan satuan pendidikan guna memantau kemajuan dan perkembangan peserta didik. Atas dasar itulah FKKSMKS Kota Cimahi berharap kepada Pak Gubernur agar program ini bisa lebih ditingkatkan dan diperluas cakupannya untuk siswa kelas X di Jawa Barat pada tiga bulan pertama awal tahun pelajaran. Ini sesuai dengan prinsip pendidikan yang harus mendahulukan adab dan karakter sebelum Ilmu. Kalau ini terlaksana, pada akhirnya generasi penerus bangsa ini bisa menjadi generasi emas di Indonesia Emas tahun 2045, pungkas Subaryo.**

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gentra Lestari Budaya hadir di Paguyuban BANDUNGARIUNG Membawa UMKM Lokal ke Global

16 April 2026 - 11:37 WIB

Paguyuban Pedagang Kaki Lima Cijagra Gelar Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa

15 Maret 2026 - 17:25 WIB

Ngabuburit Bareng FOKUS Angkat Isu Sinema Inklusif dan Ruang Kreatif bagi Difabel

11 Maret 2026 - 18:00 WIB

Potong Rambut Gratis Kolaborasi Kecamatan dan Baksos’e Suroboyo serta Ngasal sambut Hari Raya Idul Fitri Bantu Warga Tampil Rapi

10 Maret 2026 - 08:00 WIB

Menteri Kebudayaan Hadiri Pelatihan Tari 1400 Penari Gentra Lestari Budaya

8 Maret 2026 - 15:00 WIB

Trending di Komunitas