Program afirmasi memang bertujuan membantu keluarga kurang mampu memperoleh akses pendidikan, namun bantuan tersebut tidak seharusnya menghilangkan hak dasar siswa untuk memilih sekolah yang dianggap paling sesuai dengan harapan dan masa depannya.
Banyak orang tua merasa kebingungan ketika mendapati pilihan sekolah negeri tidak tersedia dalam sistem, sementara opsi yang muncul justru sekolah swasta. Padahal selama ini sekolah negeri dipandang sebagai pilihan yang lebih terjangkau dan menjadi harapan utama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Jika benar sistem secara otomatis mengalihkan siswa miskin ke sekolah swasta tanpa memberikan kesempatan memilih sekolah negeri yang masih menjadi tujuan mereka, maka hal ini berpotensi menimbulkan persepsi diskriminatif, ungkap Illa Setiawati.
Illa Setiawati menambahkan bahwa warga miskin seolah hanya diberi pilihan berdasarkan apa yang tersedia dalam sistem, bukan berdasarkan aspirasi dan keinginan mereka.
Pendidikan yang berkeadilan tidak hanya berbicara tentang tersedianya bangku sekolah, tetapi juga tentang kesetaraan kesempatan.



























