Menu

Mode Gelap
Disdikbud Kabupaten Subang Laksanakan Uji Kompetensi Guru, Kasubag Umpeg Turut Awasi Pelaksanaan di SMPN 4 Subang Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung Hadirkan HANA Japanese Pop-Up Kitchen, Nikmati Signature 8-Course Omakase Program Pengabdian Masyarakat Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Bandung Kembangkan Instrumen Evaluasi Pengetahuan CPPB-IRT Sosialisasi Hasil Kajian Rebranding RSUD CIBABAT menjadi RSUD Wijaya Mulya Bandung Max Independent Rayakan Satu Dekade, Perkuat Solidaritas Bikers Lewat Max Mania 2026 Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Pembiayaan APBN

Organisasi

FMPP: SPMB Provinsi Jawa Barat 2026 Dinilai Membingungkan, Mana Hak Masyarakat Miskin?

badge-check

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Barat Tahun 2026. Perbesar

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 kembali menjadi sorotan masyarakat, terkait dengan hak bagi masyarakat miskin untuk menentukan pilihan sekolah.

Kali ini, keluhan datang dari sejumlah orang tua dan calon peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori Desil 1, kelompok yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam mendapatkan akses pendidikan.

Seperti yang disampaikan ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Illa Setiawati, Kamis (04/06/2026), berdasarkan berbagai laporan yang diterima dari masyarakat, saat melakukan pendaftaran melalui sistem SPMB, sejumlah siswa kategori Desil 1 mengaku tidak diberikan kesempatan untuk memilih sekolah negeri yang diinginkan. Sistem justru secara otomatis mengarahkan atau memberikan pilihan ke sekolah swasta yang telah ditentukan.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan besar mengenai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan, tegas Illa Setiawati.

Apakah warga miskin tidak berhak memilih sekolah yang mereka inginkan?
Masyarakat menilai bahwa status ekonomi seharusnya tidak menjadi alasan untuk membatasi hak siswa dalam menentukan pilihan sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketum PMPRI Desak KPK dan BPKP Usut Tuntas Dugaan Mark-Up Gembok Ditjen PAS Senilai Rp 92 Miliar

6 Juli 2026 - 14:00 WIB

Suhu Politik Memanas, Ketum PMPRI Rohimat Joker Minta Pemimpin Kota Bandung Saling Menjaga Keharmonisan

1 Juli 2026 - 13:00 WIB

APAK Soroti Kinerja Inspektorat, Minta Pengawasan Daerah Tidak Sekadar Formalitas

15 Juni 2026 - 19:00 WIB

LAKI-KBB Dukung DPRD Jabar Bentuk Pansus, BATALKAN hasil PCMB, Usut Dugaan Korupsi di Disdik Jabar

13 Juni 2026 - 13:00 WIB

FKSS Jawa Barat Kritik Keras PCMB dalam Sistem SPMB 2026/2027

12 Juni 2026 - 19:09 WIB

Trending di Organisasi