Selain itu, Wakil Wali Kota Cimahi juga menyoroti meningkatnya gangguan kesehatan mata di tengah perubahan lingkungan dan gaya hidup masyarakat. Paparan sinar ultraviolet, degradasi lingkungan, serta penggunaan gawai sejak usia dini dinilai berpengaruh terhadap kesehatan mata masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
“Gangguan penglihatan yang tidak ditangani dapat menghambat proses belajar, menurunkan prestasi, dan mempengaruhi kepercayaan diri anak. Karena itu, kegiatan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis ini sangat penting untuk mendukung masa depan generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Cimahi, dr. Indah Gilang Indira, dalam laporan kegiatannya menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 1.110 peserta yang terdiri dari siswa SD sederajat sebanyak 400 orang, siswa SMP sederajat 400 orang, siswa SMA sederajat 160 orang, serta kader PKK dan masyarakat umum sebanyak 150 orang.
Pelaksanaan pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis di Kota Cimahi dilaksanakan pada 15 hingga 19 Desember 2025 di beberapa lokasi, yaitu Rumah Sakit Cibabat, Rumah Sakit Dustira, Optik Raya, serta Aula Gedung B Pemkot Cimahi.

Pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dukungan sponsor, serta Bank BJB. Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi, Fitriani Manan, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan mata di Kota Cimahi dilaksanakan selama lima hari dan tersebar di beberapa lokasi guna menjangkau lebih banyak masyarakat.
Fitriani menambahkan bahwa pelaksanaan pemeriksaan juga dilakukan di fasilitas kesehatan lainnya. “Di Rumah Sakit Cibabat tercatat 258 peserta, di Rumah Sakit Dustira 99 peserta, dan di Optik Raya sebanyak 443 peserta. Seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari program Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Lions Club,” ujarnya.

























