Menurut Fitriani, kegiatan ini diawali dengan proses screening karena banyak masyarakat yang tidak menyadari adanya gangguan penglihatan. “Faktor usia, kebiasaan membaca dengan pencahayaan kurang, jarak membaca terlalu dekat, hingga penggunaan gawai yang berlebihan sangat mempengaruhi kesehatan mata,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa masyarakat Kota Cimahi yang membutuhkan tetap akan difasilitasi. “Untuk warga tidak mampu di Kota Cimahi sudah tercover melalui universal health coverage. Jika belum terfasilitasi di kegiatan ini, insyaallah dapat dilanjutkan melalui layanan BPJS,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Cimahi, Midjiati Ningsih, dalam sambutannya menegaskan bahwa kesehatan mata merupakan faktor penting dalam menunjang tumbuh kembang anak dan kualitas hidup masyarakat. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan anak usia sekolah tahun 2025, masih ditemukan cukup banyak gangguan penglihatan di berbagai jenjang pendidikan.
“Di Kota Cimahi ditemukan gangguan penglihatan pada 13,90 persen siswa SD, 23,45 persen siswa MI, 27,59 persen siswa SMP sederajat, dan 33,96 persen siswa SMA sederajat. Kondisi ini memerlukan pemeriksaan lanjutan agar dapat ditangani secara tepat,” ujarnya.
Melalui kegiatan Gebyar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap anak-anak dan masyarakat dapat memperoleh layanan pemeriksaan mata secara cepat dan akurat. Program ini tidak hanya membantu mendeteksi gangguan penglihatan sejak dini, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memastikan masyarakat memperoleh kualitas kesehatan mata yang lebih baik sebagai penopang aktivitas belajar dan produktivitas sehari-hari.*
(Red/Bidang IKPS)

























