SAMBAS MEDIA, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Wirausaha Baru (WUB) UMKM Naik Kelas, Kemitraan Bisnis, dan Temu Usaha Tahun 2025 yang diselenggarakan di Cimahi Technopark, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 260 peserta, yang terdiri dari 150 Wirausaha Baru (WUB) dan 110 pelaku UMKM Naik Kelas. Selain mendapatkan pelatihan dan pendampingan, para peserta juga memperoleh berbagai fasilitasi strategis, antara lain sertifikasi halal reguler dan self declare bagi 236 pelaku usaha, fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk 50 pelaku usaha, serta fasilitasi desain label kemasan dan media sosial bagi 50 pelaku usaha.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 5.000 hingga 6.000 UMKM yang menjadi binaan Disdagkoperin Kota Cimahi. Keberadaan UMKM tersebut menjadi kekuatan utama perekonomian daerah, mengingat Kota Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, namun memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan produktif.
“UMKM di Kota Cimahi ini adalah salah satu support ekonomi bagi masyarakat yang mana Kota Cimahi tidak punya sumber daya alam, tetapi kita punya sumber daya manusia. Hal ini dibuktikan dengan UMKM yang terus tumbuh dan naik kelas dari segala penjuru di wilayah Cimahi,” ujar Ngatiyana.
