Menu

Mode Gelap
Kejati Jabar Gelar Kegiatan Penyuluhan Hukum Jaksa Masuk Sekolah di SMPN 1 Padalarang Kolaborasi CSA Indonesia, Q-SYS, dan Shure Hadirkan Pusat Teknologi Terintegrasi Jaksa Sahabat Guru Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman, Anti Bullying serta Anti Kekerasan Gentra Lestari Budaya hadir di Paguyuban BANDUNGARIUNG Membawa UMKM Lokal ke Global Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji Road to YKABF 2026 Digelar, Picu Antusiasme Menuju Perhelatan Utama

Komunitas

Gentra Lestari Budaya hadir di Paguyuban BANDUNGARIUNG Membawa UMKM Lokal ke Global

Perbesar

Paguyuban BANDUNGARIUNG bekerja sama dengan Gema Sadhana Jawa Barat di Paguyuban BANDUNGARIUNG.

Ketua umum Gentra Lestari Budaya (GLB) Ratu Ratna Dewi Kartika pada kedekatan ini menyampaikan saat ini GLB beranggotakan ribuan seniman baik tradisional dan modern. GLB ada guna menjadi wadah serta mengakomodir talenta-talenta generasi muda dalam seni budaya.

Gentra Lestari Budaya telah berdiri selama 12 tahun. Selama kurun waktu 12 tahun tidak hanya karya pertunjukan seni di dalam negeri saja tetapi GLB telah ekspansi pula ke luar negeri, sehingga saat ini telah memilki sinergitas dan berkolaborasi bersama IDN Global guna lebih mengenalkan segala seni budaya Nusantara di luar negeri. GLB yang akan tampil di Building Bridges Indonesia Expo 2026 dalam Tourism and Culture di Toulouse Prancis pada tanggal 22 Mei sampai 1 Juni 2026, menjadi ruang atau kesempatan bagi para eksportir atau pelaku UMKM untuk mempromosikan produknya di luar negeri, sehingga pada kesempatan ini GLB tidak hanya menjadi duta seni budaya saja, ungkap Ratu Ratna Dewi Kartika.

Personel Krakatau Ethno Band Prabudi Dharma pada kesempatan ini menyampaikan bahwa sejak tahun 2000 Krakatau mulai berkiprah ke musik tradisional. Pengalaman tampil di luar negeri ternyata musik kita sangat dihargai terutama adanya 10 nada kesenian Sunda (Dasa Nada) yang dirasakan sangat komplit serta menjadi satu kebanggaan memilikinya. Kegiatan GLB yang menampilkan seni dan budaya yang ada di nusantara, diharapkan munculnya silang budaya antar daerah yang pada akhirnya bisa melahirkan seni baru.

Pengalaman mengikuti expo di Osaka yang dihadiri oleh 140 negara menjadi satu pengalaman bahwa produk kita harus tampil yang diimbangi pula dengan segala inovasinya. Pendekatan people to people melalui pendekatan kebudayaan menjadi satu kelebihan karena dianggap lebih luwes serta lebih efektif, ungkap Prabudi Dharma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paguyuban Pedagang Kaki Lima Cijagra Gelar Santunan bagi Anak Yatim dan Dhuafa

15 Maret 2026 - 17:25 WIB

Ngabuburit Bareng FOKUS Angkat Isu Sinema Inklusif dan Ruang Kreatif bagi Difabel

11 Maret 2026 - 18:00 WIB

Potong Rambut Gratis Kolaborasi Kecamatan dan Baksos’e Suroboyo serta Ngasal sambut Hari Raya Idul Fitri Bantu Warga Tampil Rapi

10 Maret 2026 - 08:00 WIB

Menteri Kebudayaan Hadiri Pelatihan Tari 1400 Penari Gentra Lestari Budaya

8 Maret 2026 - 15:00 WIB

Aksi Baksos’e Suroboyo Sahur Bersama Anak Yatim di Kelurahan Sawunggaling Kecamatan Wonokromo Ramadhan 1447 H

1 Maret 2026 - 08:00 WIB

Trending di Komunitas
Exit mobile version