Lebih lanjut, Ngatiyana mengungkapkan bahwa lahan seluas 18 hektar ini tidak hanya akan digunakan untuk budidaya cabai, tetapi juga direncanakan untuk pengembangan sektor peternakan, seperti ayam dan telur. Hal ini bertujuan mendukung program ketahanan pangan pemerintah. “Dengan memanfaatkan lahan ini, kami berharap dapat turut serta dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan inisiatif makan gratis yang menjadi prioritas pemerintah pusat,” ungkapnya.
Sementara itu, Uden Mulyadi dalam laporannya menyebutkan bahwa dalam kegiatan GERTAM PARTI kali ini melibatkan Kelompok Tani Millenial. Kelompok ini terdiri dari sekitar 36 petani yang akan bekerja sama dalam budidaya cabai, termasuk cabai keriting dan cabai rawit.

Untuk mendukung Gerakan Tanam Cabai ini, Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi telah menyediakan bantuan berupa benih cabai, mulsa, serta pelatihan bagi para petani. Bantuan ini bertujuan memastikan para petani memiliki akses pada sarana dan prasarana yang diperlukan untuk berhasil dalam usaha pertanian mereka.
Salah satu komponen penting dalam program ini adalah pelatihan yang diberikan kepada petani, dikenal sebagai Sekolah Lapang (SL). Melalui pelatihan ini, petani diajarkan cara-cara efektif dalam membudidayakan cabai, termasuk teknik penyemprotan dan penggunaan pestisida yang aman. “Kami ingin memastikan bahwa petani memiliki ilmu yang cukup dalam berbudidaya, sehingga hasil yang diperoleh dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” tambah Uden.


























