Menu

Mode Gelap
Ekonomi Tak Pulih Cepat? Justru di Sini Neoliberalisme Ketahuan Busuk Di Sela Sidang Terbuka UNPAR, Rektor UKMC Jajaki Kerja Sama International Conference dengan Politeknik Praktisi Bandung AstraVera Edu Fair SMAN 11 Bandung Bersinar untuk Mengubah Terang untuk Menginspirasi Pos Bindu “Mawar Bodas” Perumnas Cijerah 1 RW 05 Milad Ke-19 Wujudkan Lansia Bahagia STEBI BINA ESSA Gandeng Proskill Entrepreneur Academy, Bekali Mahasiswa Keterampilan Public Speaking DPP XTC Indonesia Gelar Rapat Kerja Awal Tahun, Perkuat Evaluasi dan Strategi Organisasi

Komunitas

GLB Gagal Berangkat ke Belanda karena Kelalaian Pihak yang Mengaku sebagai Travel Agent

badge-check


GLB Gagal Berangkat ke Belanda karena Kelalaian Pihak yang Mengaku sebagai Travel Agent Perbesar

SAMBAS MEDIA – Gentra Lestari Budaya (GLB) sebuah komunitas lintas profesi yang menaungi ribuan seniman muda dari seluruh Indonesia,dan juga berada dibawah naungan Formas dengan Dewan pembina bapak Hashim Djojohadikusumo dan Ketua Umum Formas Bapak Handoyo Budhisejati, kembali mendapat undangan kegiatan misi kebudayaan di Utrech Belanda, acara yang diselenggarakan oleh DMI berlangsung dari tanggal 30 Oktober – 2 November 2025.

Namun kali ini mendapatkan pengalaman yang sangat mengecewakan dan menyedihkan, serta menimbulkan kerugian moril maupun materi, karena kelalaian dari pihak yang mengaku sebagai travel agent dan pada akhirnya diketahui hanya mengaku sebagai travel agent dan orang tersebut melimpahkan lagi tugasnya kepada pihak travel, sehingga tim Gentra Lestari Budaya gagal berangkat ke Belanda karena keterlambatan proses pembuatan Visa, dan hingga saat ini proses visa masih berjalan.

Salah satu pendiri Gentra Lestari Budaya Prabudi Dharma mengatakan, Senin (03/11/2025), bahwa para seniman yang senantiasa berjuang mati-matian untuk budaya Indonesia, dan bertujuan ingin mengangkat putra daerah di kancah Internasional, namun ada saja pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi, sehingga merugikan baik moril maupun materi. Hal ini sangat disayangkan karena betapa sulitnya saat ini perjuangan para seniman tradisional untuk melangkah, terlebih kami harus berjuang mencari sponsor secara mandiri, dan juga perjuangan anak-anak dari berbagai daerah diantaranya Sumsel, NTT, Sumbar, Jawa Barat, dan lain-lain yang ikut merasakan beban moril sangat luar biasa, ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK) BINUS Bandung Gelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

5 Januari 2026 - 14:08 WIB

Program “Sego Rongewu” Awali 2026, Tanamkan Nilai Sedekah, Kepedulian, dan Nasionalisme di Kelurahan Rangkah Surabaya

4 Januari 2026 - 21:30 WIB

Pentas Evaluasi Tari Sanggar Bunda Kab Bogor Dihadiri Pengurus Gentra Lestari Budaya

30 Desember 2025 - 12:05 WIB

Aliansi LSM Pandawa Lima Desak Wali Kota Evaluasi Kepala Disarpus Kota Bandung

21 Desember 2025 - 16:42 WIB

Medali Emas dan Perak Kontingen SMANOP serta Maskot Kang Duyeh Pada SPIRIT PORISMAN XII

24 November 2025 - 13:40 WIB

Trending di Komunitas