Upaya edukasi juga diperkuat melalui peluncuran buku Serial Coaching pengelolaan sampah di sekolah, program sedekah sampah berbasis sekolah selama bulan Ramadan, serta kolaborasi lintas sektor dengan berbagai pihak, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, perguruan tinggi, hingga komunitas lokal.
“Kami ingin momentum HPSN ini menjadi titik tolak penguatan kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan demi terwujudnya Indonesia asri,” katanya.
DLH Kota Cimahi juga memperkenalkan konsep penataan kawasan bekas tumpukan sampah di Cireundeu yang akan dikembangkan menjadi hutan bambu dan monumen peringatan lingkungan, sebagai simbol transformasi dari ruang krisis menjadi ruang harapan.

Melalui peringatan HPSN 2026 ini, Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal infrastruktur dan teknologi, tetapi tentang membangun kesadaran, kolaborasi, dan tanggung jawab bersama demi mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan menuju Indonesia yang asri.*
(Red/Bidang IKPS)

























