Tema yang diusung tahun ini, “Penyiaran Lestari untuk Jawa Barat Istimewa”, mengandung pesan kuat mengenai pentingnya keberlanjutan dalam dunia penyiaran. Tidak hanya bertahan di tengah disrupsi teknologi, penyiaran juga dituntut menjaga kualitas informasi, memperkuat fungsi edukasi, serta melestarikan nilai-nilai budaya lokal.
Ngatiyana juga menyoroti tantangan serius berupa banjir informasi yang tidak seluruhnya dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks tersebut, ia menekankan pentingnya peran penyiaran sebagai rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat, berimbang, dan terverifikasi.
“Penyiaran harus berani menjadi penjernih di tengah derasnya arus informasi, bukan justru terjebak dalam pusaran disinformasi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam produksi konten harus tetap berada dalam koridor etika dan pengawasan ketat agar tidak mempercepat penyebaran hoaks.
























