SAMBAS MEDIA, BANDUNG – Pembentukan Sekolah Maung, sebuah inisiatif dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, telah menuai beragam reaksi dari masyarakat dan kalangan pendidikan. Program ini dinilai berpotensi menciptakan diskriminasi dalam pendidikan, serta membentuk hierarki atau kasta baru di dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam konteks ini, penting untuk mengeksplorasi bagaimana kebijakan ini dapat memengaruhi akses pendidikan yang setara bagi semua siswa.
Ketua Forum Kepala Sekolah SMA Swasta (FKSS) Jawa Barat, Ade D Hendriana, Senin (27/04/2026), mengungkapkan kekhawatirannya mengenai kebijakan yang dicanangkan oleh Gubernur Dedi Mulyadi tersebut. la menilai, langkah ini perlu diulas lebih dalam dan ditelaah kembali sebelum diimplementasikan secara luas.
“Kami berpendapat bahwa Sekolah Maung berpotensi menimbulkan diskriminasi dalam pendidikan, terutama dalam menciptakan batasan antara lembaga pendidikan yang berbeda,” ujarnya.
Pendapat ini mencerminkan kekhawatiran akan pengelompokan siswa berdasarkan kriteria tertentu yang dapat merugikan banyak pihak.

























