Sementara itu, film Rekuiem dari LA Memorie Pictures Bandung turut diputar dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Yudi Gentong mengatakan, Layar Paminton dirancang sebagai ruang pertemuan sekaligus apresiasi bagi pelajar, komunitas, dan pembuat film untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik.
“Layar Paminton ini kita gagas sebagai ruang untuk bertemu, menonton, berdiskusi, dan saling mengapresiasi. Kami ingin memberikan ruang bagi para pelajar, komunitas maupun sineas untuk menunjukkan karya mereka,” kata Yudi.
Menurut Yudi, ruang pemutaran dan diskusi diperlukan untuk mendukung perkembangan perfilman di daerah. Film, kata dia, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium ekspresi, pendidikan, dokumentasi budaya, dan penyampaian gagasan.
“Dari kegiatan seperti ini kita bisa melihat bahwa potensi perfilman di Garut dan daerah sekitarnya sangat besar,” ujarnya.
Film sebagai Ruang Belajar
Pengawas KCD Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, Darpan, mengapresiasi keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut. Menurut dia, produksi film dapat menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kemampuan bekerja secara kolaboratif.





























