“Film merupakan salah satu media yang sangat efektif untuk mengekspresikan gagasan dan membangun kreativitas. Ketika anak-anak muda diberikan ruang untuk membuat dan mempresentasikan karya, mereka tidak hanya belajar mengenai film, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, bertanggung jawab, dan menyampaikan pesan kepada masyarakat,” kata Darpan.
Proses produksi film, menurut dia, juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari berbagai aspek produksi audiovisual, mulai dari pengembangan cerita, penyutradaraan, akting, sinematografi, tata suara, penyuntingan, hingga manajemen produksi.
Darpan berharap kegiatan pemutaran film tersebut dapat berkembang menjadi ruang pertemuan yang melibatkan lebih banyak sekolah, komunitas, dan pelaku industri kreatif.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan screening saja. Mudah-mudahan lahir jejaring dan kolaborasi baru antara sekolah, komunitas, dan para pelaku perfilman sehingga potensi generasi muda di bidang audiovisual dapat terus berkembang,” ujarnya.





























