Apabila ditemukan indikasi risiko yang tinggi, sistem dapat memberikan rekomendasi tindak lanjut, seperti materi edukasi kesehatan mental, konsultasi dengan konselor, atau rujukan kepada tenaga profesional.
2. Rekam Kesehatan Mental Berkelanjutan (Mental Health Tracking)
Fitur ini memungkinkan riwayat pemantauan kesehatan mental peserta didik tersimpan secara terstruktur dan dapat dilanjutkan ketika siswa berpindah dari jenjang SMK ke perguruan tinggi. Konsepnya menyerupai kesinambungan rekam medis digital, tetapi diterapkan secara khusus untuk pemantauan dan pendampingan kesehatan mental di lingkungan pendidikan.
Dengan adanya kesinambungan informasi tersebut, proses transisi dari SMK ke perguruan tinggi tidak hanya dipandang sebagai perpindahan jenjang pendidikan, tetapi juga sebagai proses adaptasi yang perlu mendapatkan dukungan psikologis.
Ketika seorang lulusan SMK memasuki perguruan tinggi, informasi mengenai riwayat pemantauan kondisi psikologis yang relevan dapat membantu pihak layanan kesehatan mental kampus memahami kebutuhan pendampingannya dengan lebih baik.






























